You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Komisi A Rapat Pembahasan KUA-PPAS Dengan Biro
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Komisi A Bahas KUA-PPAS di Lima Biro

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta melakukan pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di lima Biro Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) DKI Jakarta.

Kinerja harus ditingkatkan,

Adapun kelima Biro tersebut yakni, Biro Tata Pemerintahan, Biro Hukum, Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri, serta Biro Umum.

Sekretaris Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta, Dany Anwar mengatakan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Biro Setdaprov DKI Jakarta bersifat administrarif mencakup koordinasi, evaluasi, dan rekomendasi sebagaimana diamanatkan dalam peraturan daerah.

Ketua DPRD Pastikan Pembahasan KUA-PPAS Dilakukan Terbuka dan Transparan

"Kalau Biro itu memang sifatnya administratif, membuat konsep, evaluasi, biasanya tidak langsung turun berhadapan dengan masyarakat. Tetapi, ke depan kinerja harus ditingkatkan," ujarnya, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/10).

Ia menambahkan, untuk Biro Hukum perlu pendampingan tenaga profesional berkualitas di luar Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menangani persoalan hukum yang dihadapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Anggaran pendampingan penyelesaian permasalahan hukum sebesar Rp 518 juta dapat kami pahami. Terpenting, mereka yang dilibatkan dalam penanganan persoalan hukum betul-betul mumpuni," terangnya.

Selaras dengan itu, Dany menginginkan agar Biro Hukum berupaya melahirkan tenaga-tenaga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang handal.

"Itu perlu dipikirkan ke depannya agar PPNS bertambah jumlahnya dan kualitasnya juga meningkat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setdaprov DKI Jakarta, Yayan Yuhanah menuturkan, pihaknya melakukan penambahan anggaran untuk Tenaga Ahli pendampingan permasalahan hukum.

"Kami memiliki keterbatasan, untuk itu kami perlu melibatkan Tenaga Ahli dari akademisi maupun praktisi dengan standar besaran pembiayaan sesuai e-budgeting," tandasnya.

Untuk diketahui, berikut adalah rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2020 dari kelima Biro tersebut;

1. Biro Tata Pemerintahan sebesar Rp 5,3 miliar dengan empat program dan 19 kegiatan.

2. Biro Hukum sebesar Rp 5 miliar untuk pembiayan tiga program dan 20 kegiatan

3. Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi sebesar Rp 1,9 miliar terdiri dari empat program dan 20 kegiatan

4. Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri sebesar Rp 18,3 miliar terdiri empat program dan 24 kegiatan

5. Biro Umum sebesar Rp 53 miliar terdiri dari dua program dan 37 kegiatan

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye27944 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11444 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6853 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3762 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1808 personFolmer